@TALMNA

Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan,.,.,
Buatlah harimu selalu menyenangkan,.,.,

Cari Di Sini

Memuat...

Jr. Info

Semua link download yang ada disini, nggak ada maksud selain untuk memudahkan pencarian teman-teman. Jr. nggak bertanggungjawab bilamana ada link yang udah mati/nggak bisa di download lagi. Semua link download disini adalah link yang udah Jr. coba dan sukses. Terima kasih.

Sabtu, 12 Desember 2009

By Albert Jr.

Masih ingatkah loe pada masa kecil ketika asyik bermain? Bermacam permainan, entah punya nama atau nggak, dari petak umpet, sampai bermain kejar-kejaran, menjadi permainan yang sangat menyenangkan. Tapi, pernahkan loe berpikir, jika permainan di masa kecil bisa membawa perubahan bagi masa depan kita? Hal ini terjadi pada seorang pria kelahiran Ontario Kanada, James Naismith. Ia adalah seorang yatim piatu sejak kecil, sebab James dan ketiga saudaranya ditinggal mati orang tuanya saat terjadi wabah penyakit ganas di tahun 1871. Sejak saat itu, ia kemudian tinggal bersama pamannya yang memiliki perkebunan.

James kemudian tumbuh menjadi seorang yang sangat berbakat di bidang olahraga. Berkali-kali ia mendapat penghargaan di pertandingan rugby dan di arena senam, terutama setelah ia menjadi mahasiswa di McGill University Montreal Kanada. Setelah lulus, bakat olahraganya tersalurkan. Ketika itu, ia masuk menjadi salah satu pelatih olahraga di YMCA International Training School di Springfield Massachusetts.

Ketika menjadi pelatih olahraga itu, ia diminta oleh atasannya untuk membuat permainan untuk mengisi waktu luang di saat masa reses musim football dan baseball. Ini diperlukan agar para olahragawan tetap bugar di masa istirahat panjang. James kemudian memutar otak, bagaimana ia bisa membuat sebuah olahraga yang menarik, namun tetap bisa membuat performa para atlet tetap prima.

Dalam masa pencarian itu, tiba-tiba James mengingat sebuah permainan di masa kecilnya. Permainan itu bernama "Duck on a Rock", yaitu sebuah permainan lempar bola dalam keranjang. Dari inspirasi masa kecil ini, James lantas membagi 18 orang siswanya menjadi dua kelompok, masing-masing 9 orang. Ada satu orang sebagai penjaga gawang, dua pertahanan, tiga pemain tengah, dua pemain sayap, dan satu pemain di base. Masing-masing tim akan berusaha memasukkan sebanyak mungkin bola ke dalam keranjang.

Segera saja, permainan itu disukai oleh siswa James. Sayang, keranjang itu bawahnya masih tertutup layaknya keranjang biasa. Hal ini sering dikeluhkan, karena setiap kali memasukkan bola ke keranjang, harus susah memungut ke dalam keranjang. Namun, hal ini tak berlangsung lama. James segera mendapat ide memotong bagian bawah keranjang sehingga bola bisa langsung keluar dari keranjang tersebut. Inilah kemudian yang menjadi cikal bakal permainan basket.

Tahun 1893, setelah ring basket dibuat dari baja, permainan ini makin populer. Dan, hal ini diikuti dengan sejumlah peraturan dan kesepakatan baru yang membuat basket makin dikenal di mana-mana hingga akhirnya menjadi olahraga resmi di tahun 1909.

Gimana 

0 Ocehan:

Poskan Komentar

Jr. Translate

Cerita Kamu

Jr. Favorit

Last

Jr.

Foto Saya

Kita semua sama, nggak ada yang beda,.,.,

Buddy